Weekend #33

Minggu ke 33 tahun 2015. Sabtu

Gue pergi ke suatu tempat dimana banyak tanaman, dekat pegunungan, hawanya sejuk, buah khasnya apel, unexpectedly I did! Naik ferish wheel di balai kota, beli strawberry, jalan kaki keliling balai kota, nanya tarif dokar buat keliling kota dan ternyata uang gue ga cukup, ditanya orang arah ke Malang padahal gue juga buta jalan, haha.

Dari Surabaya ke kota Batu pakai motor sekitar 4 jam dengan kondisi agak macet di daerah Pasuruan dan Malang. Dengan sangat sedikit pengalaman nyetir luar kota (jadi pelan-pelan), sekitar dhuhur gue berangkat dan asharnya sampai di masjid An Nur di depan balai kota Batu. Semua ini terjadi tanpa planning, jadi karena uda masuk ashar dan nemu masjid akhirnya singgah dulu. Beruntung disini ada rest area, mandi air hangat, dan bisa charging hp.

Setelah sholat gue mutusin jalan-jalan sekitar alu-alun, disini ada informasi pariwisatanya, jadi ada mas mbak yang stand by kalo-kalo lu ga tau harus kemana setelah sampai di Batu, kayak gue ini. Trus kalau gak punya penyakit takut ketinggian, coba naik ferish wheel, cuma bayar 3 rebu rupiah uda bisa liat view kota dari ketinggia sekitar 20 meter. Disini juga banyak kios penjual makanan seperti baso, trus susu dan yoghurt hasil peternak lokal, sekitar 180 ml harganya 7 rebuan, ada juga penjual strawberry sebungkus sekitar 3-4 ons 12 rebu.

Karena gue sebagai solo traveller yang anti mainstream, gue ga pake gps, ahaha jadi ya kurang efisien sih untuk waktu dan tenaga, cuma ngikutin road sign aja. Setelah dapet free map, gue putuskan buat ke Selecta, yang paling deket. Next time ke Panderman yang agak jauhan.

Setelah perjalanan sekitar 1 jam, sampailah gue di Selecta. Selama perjalanan, gue menikmati suasana kanan kiri jalan, banyak tanaman hias dari a sampai z ada semua disini, dan yang paling menyenangkan udaranya sejuk banget. Oya, gue ketemu beberapa penunjuk arah ke tempat seru kayak tempat meeting point rafting, petik apel di sekitar Selecta ini. Dan akhirnya sampai di Selecta. Tiket masuknya 25 rebu per orang. Tapi karena gue sampai disana jam 17.30 which is too late to having fun here, karena tutupnye jam 18, maka gue putuskan ga jadi masuk. Trus akhirnya cuman keliling sekitar sini karena pemandangannya bagus, view gunungya, menenangkan. Entah kenapa ciptaan Tuhan yang satu ini begitu menakjubkan. Gue inget waktu pelajaran agama di SMA dulu, gunung pernah ditanya sama Tuhan, sanggupkah jadi khalifah di bumi Nya, tapi ia tidak menyanggupi. Akhirnya manusia lah yang diberi amanah ini. Sumpah gue respect banget dengan keputusan yang dibuat oleh gunung, memang menjadi khalifah di bumi ini bukan tanggung jawab yang biasa.

Gue kepikiran gimana kalo cari tempat nginep disini karena perjalanan yang cukup melelahkan akibat kurangnya aktivitas olahraga rutin, tanyalah gue ke ibu-ibu penjual kios sembari isi bensin di kios itu. “Hm.. Bu tempat nginep yang sekitaran 100 rebu disini mana ya?”, polos banget perntanyaannya, dengan muka tanpa rasa bersalah. Si Ibunya sih kagak tau, tapi ditawarin di rumahye wkwkw. Tapi, setelah pikir-pikir tentang kerjaan kantor yang minta gue sentuh, keinginan untuk nginep mesti dikubur dulu. Akhirnye jam 18 an gue kembali ke Surabaya. Oya, nemu masjid yang bagus pengelolaannya di jalan diponegoro, Batu. Mampir lage ah kalo kesono. Ada kajian malem minggu, waa anti mainstream banget kann.

/out/ Plan – Lebaran Edition

out

 

Time goes fast, I’m now studying less, since I’m working 8 hours a day (except saturday and sunday), and yeah.. Life is about how you treat yourself, and I’ve treated mine badly. But NO MORE!

To do list – Lebaran edition

Pre Lebaran

1. Find a backpack instead of baju lebaran. Being conservative on budget, plan for what I need, not what I want. I think Osprey Atmost would last very long.

2. Fixing routeplan, I’ll visit some place on Malang and Banyuwangi-Jember. I hope I would learn many things. And share what I have. As someone getting older, better being less selfish and do for society eh. Still vague idea about what can I do, at least I have something in my mind already.

3. Physical preparation, I know this should be in my list, meh

4. Pray more.

continued…

Mexican filled omelette

Don’t eat poorly (fast food)!

Prepare some eggs and things for the filling. To be clearly, there are 3 component in this recipe: eggs, dressing, and vegetables.

1. Dressing

  • Avocado
  • Lime
  • Olive oil
  • Yoghurt go together, season to perfection.

2. Vegetables

  • Carrots
  • Onion
  • Chilli
  • Cabbage slice finely
  • Add coriander leaves

Pour with the dressing, season with pepper and salt. Prepare pan, put tiny spoon of olive oil, cook the eggs without coloring it. Grate over cheese. Put the filling and roll. Plating. Eat over

source

Current state – Social media

So today my Facebook and Twitter apps join the purge, replaced by trusty pencil and notebook paper. If you notice me less on social media (as I hope you will), know that I’m still around, and eagerly await and welcome your letters. Or a bicycle ride, walk in the park, and even just reading beside one another—anything but a tweet. -Moot-

Just reading beside one another, yes that’s all I want.

a hard compliance

waktu itu saya dapat temen baru saat menyelesaikan administrasi sebelum mulai bekerja di tempat baru. Dia cerita banyak, soal kerja terutama. Yang saya ingat-ingat, dia bilang, tembok di kantor itu punya telinga. beware of your surrounding. Yang berkesan dari hari itu, dia bilang, jadi kamu bener-bener anak rumahan ya? Well mungkin saya kurang meyakinkan.

 

[Enter title here]

#1. What’s the most disturbing stuff in a peaceful day? Unexpected visit

#2. What describe you well nowadays? I’m a cold person

#3. What achievement you proud the most? I iron my clothes

#4. What’s the best thing happen to you? I’m a single

#5. Why was that? I love myself

#6. What’s the most stupid things ever done? write this post.

 

Game Design

Game Dev Essential

Game Dev Essential

 

This book is about  background in all aspects of the game industry and the game development and interactive design process.

Background of this book: in response to this rapid growth, hundreds of colleges and universities in the United States have launched accredited game development programs in the last few years— and textbooks providing support to these programs are in great demand. And to satisfy the need for a comprehesive introductory text on game development for the educational and trade markets.

A great book to learn about gaming in detail 🙂